• Gemasindo - PT. Gemilang Meditra Solusindo

    Gemasindo - PT. Gemilang Meditra Solusindo

  • Gemasindo - PT. Gemilang Meditra Solusindo

    Gemasindo - Hospital Furniture

  • Gemasindo - Amoss Hospital Bed

    Gemasindo - Medical Stretcher

  • Gemasindo - PT. Gemilang Meditra Solusindo

    Gemasindo - Hospital Furniture

  • Gemasindo - PT. Gemilang Meditra Solusindo

    Gemasindo - Solutions for Air Cleaner

  • Gemasindo - PT. Gemilang Meditra Solusindo

    Gemasindo - e-katalog.lkpp.go.id

  • Gemasindo - PT. Gemilang Meditra Solusindo

    Gemasindo - Injector System for Radiology

  • Gemasindo - PT. Gemilang Meditra Solusindo

    Gemasindo - Pulse Oximeter

  • Gemasindo - PT. Gemilang Meditra Solusindo

    Gemasindo - Agfa Radiology

  • Gemasindo - PT. Gemilang Meditra Solusindo

    Gmasindo - Hospital Expo 2018 - Jakarta Convention Center - Hall A no. 141-142

Google Translate Widget by Infofru

Author Site Reviewresults

Think about—am—the generations and they say we wanna make it a better place for our children, and our children's children, so that they they they know it's a better world for them, and think they can make it a better place

Member Menu

  • banner_member01.jpg
  • banner_member02.jpg

Infeksi Nosokomial

 

A. DEFINISI

Menurut WHO

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang tampak pada pasien ketika berada didalam rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya,dimana infeksi tersebut tidak tampak pada pasien ketika di terima dirumah sakit.

Depkes RI (2003)

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat seseorang dalam waktu 3 x 24 jam ketika masuk rumah sakit

 

B.Sejarah

Infeksi ini di perkenalkan oleh dr IGNAS PHILIP SEMMEWIS pada tahun 1847 di RS Wina Austria. dr Ignas menganjurkan semua dokter dan mahasiswa harus mencuci tangan dengan menggunakan air klor sebelum menolong persalinan sehingga tidak terjadi infeksi nifas. Namun infeksi nosokomial baru mulai mendapat perhatian pada tahun 1960-an, setelah dunia kedokteran USA dikejutkan dengan ditemukan semakin banyak infeksi nosokomial oleh staphylococcus yang kebal dengan penisilin yang menyebabkan kematian pasien lebih tinggi. Kemudian disusul di Inggris dan negara Eropa lainnya.

C. Penyebab

Ketika berada di RS seseorang akan terpapar dengan berbagai macam mikroorganisme yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial.
Dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan baik diluar maupun dalam negeri diperoleh bakteri penyebab infeksi nosokomial, yaitu :

1. Kokus gram positif
a. Staphylococcus aureus
b. Streptococcus Spp
c. Pneumococcus
d. Micrococcus ; dll

2. Basil gram negatif
a. E. coli
b. Pseudomonas aeruginosa
c. Enteribacter spp ; dll
selain itu ada beberapa virus banyak menyebabkan infeksi nososkomial yaitu:
a. Influenza
b.Herpes simplex
c.Ebola
d.Mers ; dll

sedangkan parasit penyumbang infeksi nosokomial yaitu:
a.Candida albicans
b. Aspergilus spp
c.Cryptosporidium

 

D. Cara penularan infeksi nosokomial

infeksi nososkomial dapat ditularkan melalui 2 cara:
1. Cara langsung
a.Pasien-pasien
b.Pasien-petugas kesehatan
c.Alat-alat RS
2.Cara tidak langsung
a.Udara
b.Makanan
c.Minuman.

Perlu diketahui bahwa ada 3 komponen mata rantai penularan infeksi nososkomial yaitu:
a. Agent = penyebab (mikroorganisme)
b. Host = manusia (yang rentan terhadap infeksi atau daya tahan tubuh lemah)
c.Enviroment = lingkungan (RS yang menjadi tempat perawatan pasien)

E. Faktor-faktor yang mempengaruhi infeksi nosokomial

1.Eksternal
Faktor ini erat kaitannya dengan strilasisi ruangan, banyaknya pasien, jumlah pengunjung, sterilsasi alat-alat, dll

2. Internal
Berkaitan dengan umur, jenis kelamin,status gizi dan immunologis.

F. Kerugian akibat infeksi nosokomial

Infeksi ini sangat merugikan baik terhadap pasien maupun pada pengelolaan RS.

1. Pasien
Seseorang yang terkena infeksi nososkomial akan lebih lama waktu perawatan di RS akibatnya adalah:
*penderita akan kehilangan kesempatan kerja (pekerja)
*kehilangan kesempatan untuk belajar (mahasisiwa,anak sekolah)

2. Rumah sakit
Infeksi nososkomial akan menambah beban bagi rumah sakit,baik secara fianasial maupun tenaga (petugas RS). pemeriksaan tambahan untuk diagnosis akan bertambah (pemeriksaan laboratorium mikrobiologi,patologi klinik dan penggunaan anti biotik). kerugian yang ditimbulkan akibat infeksi ini dalam bentuk biaya sangat tinggi.